Jenis-Jenis Stroke dan Gejala yang Dialami Penderitanya

 

Apakah Anda sudah mengenal apa saja jenis-jenis stroke yang bisa dialami? Ternyata, stroke mempunyai berbagai jenis dan setiap jenisnya mempunyai sebab juga gejala yang berbeda-beda. Spesifikasi gejala dalam satu jenis stroke pun juga berbeda-beda, sesuai dengan bagian otak yang terkena dampak kerusakan pembuluh darahnya.

  1. Stroke Iskemik (Stroke Sumbatan)

Sebagian besar kasus stroke yang muncul adalah stroke iskemik yaitu sebanyak 80% dari total kasus stroke secara keseluruhan. Di antara jenis-jenis stroke lainnya, stroke iskemik adalah yang paling banyak terjadi. Kondisi stroke ini terjadi jika pembuluh darah yang bertugas menyuplai darah ke otak terhalang oleh bekuan darah. Bekuan darah tersebut sering disebabkan oleh arterosklerosis yang merupakan penumpukan timbunan lemak pada lapisan dalam pembuluh darah.

Gejala yang dihadapi penderita stroke iskemik memang bervariasi tergantung pada bagian otak penderita yang mengalami kerusakan. Secara umum, gejala yang bisa terjadi adalah mengalami rasa kebas di sebagian tubuh, terutama di wajah dan salah satu bagian tangan atau kaki. Kesulitan berbicara dan sulit mengendalikan gerakan mata ataupun melihat. Kesulitan berjalan dan kehilangan keseimbangan juga dapat dialami. Koordinasi gerak tubuh akan sulit dan timbul gejala sakit kepala juga muntah. Pernapasan pun jadi tidak teratur dan bisa menyebabkan hilangnya kesadaran.

  1. Stroke Hemoragik (Stroke Berdarah)
READ  Beberapa Faktor Yang Menyebabkan Cedera Saraf Tulang Belakang

Mengenai jenis-jenis stroke yang terjadi, terdapat jenis stroke hemoragik. Kondisi ini terjadi jika pembuluh darah pada otak mengalami kebocoran atau pecah. Stroke hemoragik juga menyumbang sebanyak 13% kasus dari total kasus stroke. Stroke jenis ini bermula dengan melemahnya pembuluh darah, kemudian pecah dan menumpahkan darah ke area sekitarnya. Pembuluh darah yang bocor tersebut mengakibatkan darah keluar dan menumpuk, sehingga menghambat jaringan otak di sekitarnya. Kematian atau koma panjang bisa terjadi apabila pendarahannya berlanjut.

Terdapat dua penyebab stroke hemoragik. Yang pertama adalah aneurisma yang menyebabkan sebagian pembuluh darah melemah, lalu mengembang layaknya balon dan kadang pecah. Penyebab berikutnya adalah malformasi arteriovenosa yaitu suatu kondisi pembuluh darah yang terbentuk abnormal. Apabila pembuluh darahnya pecah, maka akan menyebabkan stroke hemoragik.

READ  Cedera Saraf Tulang Belakang, Begini pengobatannya

Tanda-tanda atau gejala stroke hemoragik memang bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya. Hal ini tergantung pada jenis stroke serta tingkat keparahannya. Penderita stroke juga bisa merasakan pula kesulitan dalam menjaga keseimbangan tubuh, sehingga berjalan biasa pun akan terasa berat dilakukan. Beberapa anggota tubuh terasa lemah mendadak dan bisa mengalami mati rasa sampai lumpuh. Muntah dan sulit mengendalikan gerakan mata juga menjadi gejalanya. Hilang kesadaran bisa dialami penderita jika gejala yang dialami sudah kompleks.

  1. Stroke Ringan

Terkait jenis-jenis stroke, kategori ketiganya adalah Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang lebih dikenal dengan sebutan stroke ringan adalah suatu gangguan fungsi otak sesaat yang disebabkan terhambatnya aliran darah yang mengarah ke bagian otak. Dikutip dari hellosehat.com, serangan stroke ringan ini hanya berlangsung pada kurun waktu kurang dari 24 jam atau bahkan hanya terjadi pada beberapa menit, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan otak permanen.

Stroke ringan ini berakibat pada tidak adanya pasokan darah serta oksigen yang cukup ke sistem araf otak dalam beberapa waktu tersebut, sehingga menimbulkan gangguan pada indera, kemampuan kognitif otak, dan sistem motorik penderitanya.

READ  Awas Stroke! Yuk, Cari Tahu Cara Mengobati Fibrilasi Atrium

Gejala stroke ringan yang dialami adalah pusing dan kehilangan keseimbangan secara mendadak. Terjadi pula kelemahan otot di salah satu sisi tubuh, terutama pada bagian wajah, lengan, dan kaki. Mengalami kebas atau kelumpuhan di salah satu sisi tubuh, terutama pada lengan, wajah, dan kaki. Gangguan penglihatan juga dialami penderitanya, seperti penglihatan ganda, rabun, atau kebutaan di salah satu atau kedua mata. penderitanya juga kesulitan dalam berbagai hal, di antaranya sulit berbicara, berjalan dan bergerak, menelan makanan, dan mengatur koordinasi gerak tubuh.

Berbagai penjelasan mengenai jenis-jenis stroke di atas sangatlah lengkap, termasuk dengan gejala yang bisa dialami penderitanya. Semua hal ini menyebabkan Anda harus memahami dengan benar setiap jenis stroke yang dimaksud, bahwa terdapat kondisi yang ringan sampai pada kondisi yang lebih parah.

 

Sumber artikel:

hellosehat.com

www.p2ptm.kemkes.go.id

www.alodokter.com

 

Sumber gambar:

gudangnews-com.blogspot.com

www.honestdocs.id

hellosehat.com