Inilah Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang Yang Wajib Diketahui


Mendapatkan gejala cedera pada saraf tulang belakang merupakan kondisi darurat yang harus segera mendapatkan penanganan medis. Karena jika penanganan yang dilakukan lambat, bisa saja anda mendapatkan masalah yang cukup serius. Maka dari itu perlu dilakukan sebuah penanganan yang cepat, sehingga akan mudah menurunkan efek jangka panjang yang disebabkan oleh cedera saraf tulang belakang itu sendiri.

Pengobatan yang sering dilakukan seperti halnya mengkonsumsi beberapa obat–obatan, menggunakan penyangga, ataupun adanya  traksi untuk menstabilkan tulang belakang, dan juga tindakan pembedahan, diyakini pasti bisa untuk dilakukan guna melakukan tindakan pencegahan keparahan. Dan biasanya perawatan akhir yang biasanya dilakukan oleh penderitanya adalah berupa obat–obatan dan juga terapi rehabilitasi.

Namun sebelum mengobati, akan llebih baik lagi jika anda melakiukan beberapa tindakan untuk menghindari. Perlu ada beberapa informasi dan juga pemahaman yang khusus mengenai apa saja gejala-gejala cedera saraf tulang belakang.

READ  Waspada Cedera Saraf Tulang Belakang

Sebelum melangkah lebih jauh, harus anda pahami sebelumnya bahwa terdapat 2 jenis gejala yang sering dan dapat muncul pada penderita cedera saraf tulang belakang berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu ada gejala menyeluruh atau sering disebut dengan complete dan juga gejala yang tidak menyeluruh atau lokal. Dimana gejala yang satu ini sering disebut dengan incomplete.

  1. Gejala pertama yang sering muncul adalah ketika cedera saraf tulang belakang ini mulai menyebabkan hilangnya semua kemampuan sensorik dan juga pengendalian gerakan yang kita lakukan. Dan kondisi ini disebut gejala yang menyeluruh.
  2. Namun, ketika cedera saraf yang terjadi hanya muali mengganggu beberapa kemampuan sensorik dan juga sistem pengendalian gerakan manusia, kondisi itu disebut gejala yang tidak menyeluruh.

Lalu sebenarnya apa saja gejala pada hilangnya kemampuan sensorik dan juga pengendalian gerak akibat adanya cedera pada saraf tulang belakang. Penjelasan yang diberikan akan dibagi menjadi 3 kategori berikut ini :

  • Tetraplegia atau quadriplegia, yaitu sebuah kelumpuhan yang terjadi pada kedua lengan dan juga kedua tungkai. Kelumpuhan ini biasanya juga dapat mengenai bagian otot dada sehingga mengakibatkan pasien kesulitan bernapas dan membutuhan alat bantu napas.
  • Paraplegia, yaitu kelumpuhan yang dapat terjadi pada setengah tubuh bagian bawah (kedua tungkai).
  • Triplegia, yaitu kelumpuhan yang dapat terjadi pada kedua tungkai dan salah satu lengan.
READ  Pencegahan pada cedera saraf tulang belakang

Nah, pada dasarnya gejala yang sering muncul akibat cedera saraf tulang belakang dapat berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung pada letak cedera dan keparahan kondisi yang diderita. Beberapa gejala umum cedera saraf tulang belakang adalah:

  • Mulai kehilangan kemampuan untuk mengendalikan gerak
  • Mulai mengalami gangguan pada sistem pernapasan
  • Kehilangan kendali pada proses buang air kecil atau besar
  • Sering batuk
  • Sering pingsan secara mendadak
  • Mengalami impotensi secara mendadak
  • Sering merasakan sakit kepala
  • Dan lain sebagainya

Berbeda dengan gejala darurat yang muncul paska terjadinya kecelakaan sebagai indikasi adanya sebuah cedera pada saraf tulang belakang, yaitu:

  1. Mulai muncul gangguan pernapasan setelah kecelakaan berlangsung
  2. Timbul rasa sakit pada bagian leher karena tekanan
  3. Tangan, kaki, jari kaki, dan jari tangan mulai merasakan kesemutan bahkan sampai mati rasa.
  4. Sulitnya menjaga keseimbangan pada tubuh ketika mulai berjalan.
READ  Awas Stroke! Yuk, Cari Tahu Cara Mengobati Fibrilasi Atrium

Perlu untuk anda ketahui juga, bahwa kondisi ini dapat juga muncul setelah adanya gejala cedera saraf tulang belakang yang makin serius berupa pendarahan atau pembengkakan di sekitar saraf tulang belakangi. Jika hal ini mulai muncul pada anda, maka anda harus segera hubungi dokter terutama ketika anda baru saja mengalami kecelakaan pada bagian kepala atau leher. Karena kondisi ini bisa sangat membahayakan sebelum terjadi sebuah cedera yang lebih serius.

 

Sumber : www.hellosehat.com