Awas Stroke! Yuk, Cari Tahu Cara Mengobati Fibrilasi Atrium

 

Cara mengobati fibrilasi atrium ini bergantung pada jangka waktu kondisi yang telah dialami, kadar berat-ringan gangguan dan gejala yang timbul, serta penyebab yang mendasari terjadinya fibrilasi atrium tersebut. Umumnya, penanganan fibrilasi atrium ini bertujuan untuk mengembalikan irama jantung dan mengontrol kecepatan denyut jantung, mencegah terjadinya bekuan darah, dan mengurangi risiko terjadinya stroke.

Menurut Halodoc, metode pengobatan yang ditentukan oleh dokter bergantung pada berbagai faktor, termasuk jika ditemui kondisi masalah jantung lainnya dan kemampuan dalam mengonsumsi pengobatan supaya dapat mengontrol irama jantung.

  1. Pembedahan

Pada sebagian masalah, penanganan invasif mungkin diperlukan, contohnya prosedur medis yang melibatkan kateter jantung atau pembedahan.

  1. Pengobatan pada penyakit lain

Pada sebagian kasus lain, kejadian spesifik atau penyakit lain yang mendasari, seperti kelainan kelenjar tiroid, dapat memicu terjadinya fibrilasi atrium. Mengobati kondisi ini dapat membantu mengatasi gangguan irama jantung yang terjadi. Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung supaya dapat dilakukan wawancara medis secara terperinci, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan resiko yang dapat terjadi.

READ  Beberapa Faktor Yang Menyebabkan Cedera Saraf Tulang Belakang

Selain itu, berikut ini cara mengobati fibrilasi atrium lainnya berdasarkan tujuannya yang dilansir dari laman Alodokter.

  1. Menormalkan denyut dan irama jantung

Memperbaiki ritme atau irama jantung normal disebut juga dengan kontrol ritme. Kontrol ritme membuat atrial dan ventrikel bekerja bersama dalam memompa darah secara tepat ke seluruh tubuh. Nah, Guna menormalkan denyut jantung yang terlalu cepat dan membuat irama jantung menjadi teratur, dokter dapat melakukan metode pengobatan seperti obat-obatan antiaritmia, yaitu obat penghambat beta, digoxin, amiodarone, sotalol, flecainide atau antagonis kalsium,  Kardioversi atau kejut listrik jantung, serta ablasi jantung dengan menghancurkan bagian jantung yang mengalami kerusakan dan mengacaukan aliran listrik jantung. Meski sudah dilakukan kejut listrik ataupun ablasi, dokter jantung juga masih tetap bisa memberiksan obat-obatan.

  1. Penggumpalan Darah
READ  Waspada Cedera Saraf Tulang Belakang

Penderita atrial fibrilasi (AF) sangat berisiko mengalami penggumpalan darah dan penyumbatan pembuluh darah, terutama di otak yaitu stroke. Untuk mencegahnya, dokter biasanya akan meresepkan obat antikoagulan, seperti warfarin, apixaban, atau rivaroxaban. Umumnya, pasien memerlukan obat tersebut sepanjang sisa hidupnya walaupun denyut jantungnya sudah kembali normal.

  1. Komplikasi Atrial Fibrilasi (AF)

Kepatuhan untuk mengikuti pengobatan disertai kontrol rutin ke dokter dapat menurunkan risiko penderita atrial fibrilasi terserang komplikasi serius. Sebaliknya jika tidak diobati, penyakit ini bisa memicu terjadinya gagal jantung atau stroke.

Pengobatan yang dapat dilakukan di rumah

Pengobatan ini dilakukan dengan cara mengubah gaya hidup untuk mengatasi atrial fibrilasi. Nah, dilansir dari laman Hellosehat, berikut ini beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda dalam mengatasi fibrilasi atrial.

  1. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi untuk jantung dan menerapkan diet sehat rendah lemak dan kolesterol.
  2. Menjaga berat badan ideal.
  3. Kurangi stres.
  4. Olahraga sebanyak yang Anda mampu jika Anda mengonsumsi obat dengan benar dan gejala tidak muncul lagi.
  5. Konsumsi obat Anda sesuai anjuran dokter.
READ  BENARKAH HEAT STROKE ADALAH GANGGUAN KESEHATAN YANG BERBAHAYA?

Lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter secara berkala untuk memantau perkembangan kondisi Anda.

Tes yang dilakukan untuk fibrilasi atrial adalah sebagai berikut.

  1. Dokter melihat sebuah pola tertentu di elektrokardiogram atau EKG, yang menampilkan gambar aktivitas listrik jantung.
  2. Dokter melakukan pemeriksaan pada pergerakan atrial dengan ekokardiogram yaitu menggunakan ultrasound untuk memeriksa jantung dan mengambil gambar bergerak dalam video. Apabila fibrilasi atrial Anda hilang timbul, dokter Anda akan menyarankan untuk memakai rekam jantung yang tidak repot untuk dibawa.

 

Sumber : Greeners.co